SETIAP kali pulang ke Yogya, aku selalu saja kagum dgn becak. Iya, becak yang asal katanya berasal dari bahasa Hokkien: be chia yang artinya “kereta kuda”. Alasan kenapa aku suka dgn alat transportasi tanpa polusi itu karena becak adalah favorit kendaraanku dari semasa kecilku, aku bisa nangis meraung2x hanya skdr utk naik becak.
Saat naik becak, jarang kupikirkan bahwa naik becak adalah sebuah penindasan. Naik becak ya naik becak, ada interaksi antara yang menumpang dan yang mengendarai. Ada kegembiraan dalam setiap genjotan baik di diri abang becak maupun padaku. Malah kalau dipikir-pikir, nasibku justru ada di kuasa tangan dan kaki abang becak yang membawaku ke tempat tujuan.
Pada masa aku Sekolah, aku berlangganan mbecak dan disetiap kali mengantarku kami selalu berbincang2x tentang apa saja bahkan terkadang mbah mo menasehatiku dgn kalimat2x bijaknya.
"Kalau kurang, siapapun selalu kurang non. Orang kaya juga selalu kurang, dan dalam hal kekurangan, jangan kita membandingkan dengan mereka yang kelebihan. Tengoklah ke bawah, jangan ke atas. Di bawah kita juga banyak yg hidupnya lebih tidak enak daripada kita. Mereka belum tentu bisa makan seperti kita. Maka mbah bersyukur sebagai tukang becak pun, masih bisa makan”
Mbah mo memberikan cermin sosial padaku, walaupun mbah mo hanya seorang tukang becak ternyata memiliki pemikiran dan pedoman tersendiri yang tidak kalah dari filuf-filsuf tekenal.
“Mbecak” atau mengayuh becak menurut pendapatku disadari oleh para pengayuhnya bahwa bukanlah jalan menjadi kaya. Tetapi “mbecak” berarti rezekinya selalu mengalir tak putus-putus karena menganut “waton urip” yang janganlah diartikan semata “asal hidup” tapi “hidup tanpa memberontak terhadap hidup”.
Tukang becak, mengajarkan kita untuk menerima apa yang diberikan oleh kehidupan, tapi jangan meminta apa yang tak diberikan oleh kehidupan. Sebuah filosofi sederhana, bukan bermakna pasrah, karena konsep “nrimo” sebenarnya mengandung energi perjuangan bagi orang yang mengerti betul makna dan falsafahnya.
Mereka berjuang di tengah kerasnya hidup, kemiskinan yang melingkupinya, bahkan berani hidup tanpa memberontak pada kehidupan. Strateginya adalah memaksimalkan kekuatan-kekuatan unik seperti solidaritas sosial, keberanian, keuletan, integritas, kebaikan hati, pengendalian diri, dan rendah hati. Inilah rupanya yang mampu membuat tukang becak meloloskan diri dari kekejaman dunia.
Yuks ah mbecak...
Sabtu, 04 Februari 2017
Rabu, 07 Desember 2016
HUJAN AKAN TURUN MEMBASAHI RINDU DIHATI
Disudut kota itu ...
Terlihat keramaian menyusur jalanan
Suara desing disana sini terus berpacu
Seperti di kejar-kejar oleh waktu
Langit mendung berawan
Terasa dingin hati ini
Hujan akan turun membasahi rindu dihati
Ku pandang langit saksikan kesedihan
Tetes air hujan berdesak turun
Sepi mengusir keramaian
Hanya terdengar suara rintik-rintik hujan
Dan suara hati mencari hangatnya kerinduan
Angin menyelimuti hati yang hampa
Dan tak seorang pun yang tau
Dan tak seorang pun yang tau
Betapa merindunya cinta
Untuk temani cinta ku
WAHAI HUJAN SIRAMILAH ALAM SEMESTAKU
Sementara dingin menari lembut di atas angin
Pucuk daun bergesek berdesak ranting kering berjatuhan
Berlari menerobos celah pepohonan
Bias mentari meremang tertutup kabut,
Langit biru pucat dalam kebingungan
Perlahan gemuruh petir menyalakan kilat berkelebat merobek awan
Serangkaian rintik gerimis serentak turun menyentuh bumi
Wahai hujan siramilah alam semestaku
SHIO KERBAU
Kerbau melambangkan kemakmuran lewat keuletan dan kerja keras. Orang yang lahir di bawah shio ini dapat diandalkan, dan bersifat tenang dan metodis. Mereka sabar dan pekerja keras, pula berpegang terus pada hal-hal rutin yang sudah menjadi tradisi umum. Meskipun ia biasanya memperlakukan orang lain secara adil dan merupakan pendengar yang baik, adakalanya sulit buat merubah pendapatnya sebab ia keras kepala dan kerap memiliki prasangka kuat.
Namun, karena karakternya yang mantap, orang bershio Kerbau dipercaya untuk memegang jabatan tinggi yang membutuhkan tanggungjawab. Dalam hal memenuhi kewajiban, prestasinya tak akan mengecewakan. Namun, ia perlu berhati-hati supaya jangan mudah terbawa sikap yang terlampau serius.
Di balik penampilannya yang bersahaja tetapi rapi, Kerbau berakal tajam dan berhati tetap. Kecerdasan dan kecakapannya tersembunyi di balik sifat pendiamnya dan sikapnya yang tidak memperlihatkan banyak perasaan. Tapi meski pada dasarnya ia seorang introvert, wataknya yang kuat dapat mengubahnya menjadi pembicara yang fasih dan bernada memerintah, begitu keadaan menuntut demikian. Pada waktu kekacauan timbul, pendiriannya yang kuat dan rasa percaya dirinya yang besar dapat membuat situasinya tertib kembali. Ia mampu tetap berjalan dengan kepala tegak.
Orang yang lahir di bawah shio ini sitematis. Ia patuh terhadap pola-pola yang sudah mapan dan rasa penghargaannya terhadap tradisi besar sekali. Pada dasarnya, ia cenderung buat melakukan apa yang diharapkan dari dirinya. Bahkan pribadinya sedemikian dapat ditebak, hingga orang kerap mengkritiknya sebagai pribadi yang kurang berimajinasi.
Namun Kerbau yang mengerti kewajiban tahu, bahwa sukses yang langgeng hanya dapat dicapai dengan mengerjakan segala sesuatu menurut cara yang benar. Pikirannya tidak menerawang ke mana-mana. Anda tak bakal melihatnya mengatasi kemelut dalam hidupnya hanya dengan menunggu sampai nasib merubah keadaannya. Kalau orang bershio lain mencapainya lewat tipu muslihat dan akal bulus, maka orang bershio Kerbau mencapainya lewat kegigihan dan dedikasinya yang luar biasa.
![]() |
| DUO DYNAMIC KERBAU |
Kerbau dapat bersikap sangat polos kalau sudah menyangkut soal asmara. Ia tak dapat sepenuhnya memahami rayuan cinta dan tidak pandai pula mengembangkan strategi membujuk dan daya pikat lainnya buat membangkitkan perasaan kekasihnya. Jangan berharap lirik-lirik puisi dan kata-kata romantis dari mulutnya, karena ia tak punya ramuan yang tepat bagi hal-hal semacam ini. Hadiah yang diberikannya pun bakal bersifat seperti ia sendiri: bersahaja, namun langgeng.
SECANGKIR KOPI
Semesta setia menghujani bumi dengan ribuan cerita. Ada kisah yang tetap sama, ada juga yang kian mendrama.
Meski cinta masih bisa tetap sederhana. Semesta setia mencatat tiap ujung perjalanan dan asal di mana ia pernah bermula. Lalu manusia menjejak.
Mencatat lekat-lekat komplain-komplain kecil untuk seseorang yang di cintai.
Begitulah... Hidup memberi hak istimewa, supaya setiap orang makin menjadi manusia.
Dan catatan kecil seharusnya membuat kita belajar, bagaimana cara menikmati kopi secara sempurna. Dengan kadar pahit, asam dan gula yang melumat.
Lalu seseorang yang kita pilih untuk hidup bersama akan mampu tertawa bersama sambil menikmati secangkir kopi
Langganan:
Postingan (Atom)




